|
Berkat di Balik Kabut
Seorang
petani bijak mengerjakan ladangnya yang tandus bersama
seorang putranya dan seekor kuda. Pada suatu hari
kudanya melarikan diri ke hutan. para tetangga
menyatakan rasa simpati mereka atas nasib sial yang
menimpa petani itu. “Sial?”, kata petani itu. “Bagaimana
Anda tahu ini suatu kesialan?”
Seminggu kemudian, kuda itu kembali bersama sepuluh ekor
kuda liar. ketika itu para tetangga memberi selamat atas
kemujurannya. “Mujur?”, ujar sang petani. “Bagaimana
Anda tahu ini suatu kemujuran?”
Cukup
tepat, beberapa hari kemudian putranya mencoba
menunggang salah satu kuda-kuda liar itu dan
mengakibatkan salah satu kakinya patah. Maka petani itu
kehilangan pembantu satu-satunya. Para tetangga
berkumpul kembali untuk menyatakan rasa simpati atas
nasib sial yang menimpa keluarga petani itu. “Bagaimana
Anda tahu ini nasib sial?” kata petani bijak itu.
Beberapa minggu kemudian, perang berkecamuk dan
tentara-tentara dating ke tempat itu untuk merekrut
semua pria muda sebagai pasukan perang. Tetapi mereka
tidak mengikutsertakan orang-orang yang cacat, termasuk
anak petani itu, si pemuda yang patah kakinya.
Roma 8:28
Kita tahu sekarang,
bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk
mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia,
yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana
Allah.
Baca
renungan kristen lainnya :
|